Senin, November 22, 2010

Ngasih hadiah gak niat ala Carrefour

Minggu (21/11) kemaren, aku, Wisanggeni, Ontoseno, dan tidak ketinggalan ibunya tentu saja, belanja bulanan di Carrefour Harapan Indah. Buat keluarga Korpri tulen golongan 3, andalan penghasilan ya cuma dari gaji bulanan yang besarannya hanya satu setrip di atas UMR, sementara istri juga murni ibu rumah tangga, belanja bulanan pada tanggal tanggung bulan begitu tentu membutuhkan katabahan hati dan persiapan mental-psikologis tersendiri. Gimana enggak, di saat saldo rekening BNI Taplus sudah lampu merah, seratus ribu perak begitu berharga, eh pas satu demi satu belanjaan diitung sama si Mbak Kasir yang ramah itu, mak jreng tau-tau duit yang harus kami serahkan ke Carrefour dengan sukarela mencapai Rp713 ribu. Trembelane, nominal itu benar-benar bikin tensi darahku melonjak.

Kemaren itu adalah waktu belanja bulanan yang tidak sesuai jadwal. Maksudku, biasanya kami belanja itu ya ngepas di tanggal muda habis ada transferan gaji dari negara di rekening BNI kami. Tanggal 1 November lalu perasaan sudah belanja lo. La kok tau-tau Sabtu (20/11) susu Bendera 123 rasa madu si O’Shean habis. Popok Sweety ukuran L-nya juga sudah tinggal beberapa lembar. Eh, setelah dicek, minyak goreng Tropical, sabun Shinzu’i, gula pasir Gulaku, Masako rasa sapi, Kecap Bango, dan lain-lain kok ya pada menipis stoknya.

Waktu habis bayar, sambil menyerahkan kartu debet dan struk yg panjangnya sedepa, si Mbak Kasir wanti-wanti gini. “Pak, jangan lupa tunjukkan struk belanja ini ke bagian penitipan barang ya. Ada berbagai hadiah menarik menanti Anda”.

“Wah, terima kasih ya Mbak. Baik bener nih, Carrefour. Tumben-tumbenan ngasih hadiah, hadiah menarik pula”.

Begitulah. Sesuai instruksi si Mbak Kasir, aku melangkah menuju tempat penitipan barang. Penasaran membayangkan hadiah apakah gerangan yang bakalan kami terima.

“Selamat siang, Bapak. Ada yang bisa kami bantu?” sapa si Mbak di penitipan barang ramah.

“Selamat siang, Mbak. Anu, saya mau nukerin struk. Kata mbak kasir yang di sana itu, struk ini bisa ditukar dengan hadiah menarik. Benarkah begitu?”

“Iya, Pak. Benar sekali”. Habis berkata demikian, dengan cekatan dia menyetempel struk belanjaanku, mengambil tiga lembar stiker kecil dan menempelkannya di kartu yang telah didesain khusus, menstapler struk ke kartu itu, dan menyerahkannya kepadaku.

“Setiap belanja kelipatan 200 ribu, Bapak akan mendapatkan 1 stiker yang bisa ditukar dengan berbagai hadiah sampai dgn tanggal 14 Desember. Karena total belanja 713 ribu, maka Bapak berhak mendapatkan 3 stiker. Silakan kumpulkan stiker sebanyak-banyaknya agar Bapak bisa mendapatkan hadiah-hadiah menarik seperti tertera di sini, di kartu ini”, begitu katanya.

“Tahun ini, Carrefour berulang tahun yang ke-12. Berbagai hadiah telah kami sediakan bagi para pelanggan setia Carrefour, sebagai ungkapan terima kasih atas kepercayaan pelanggan kepada kami selama ini”, si mbak melanjutkan penjelasan dengan berapi-api. Si mbak itu cantik kayak idolaku si Audy Item, usianya sekitar 25 tahun, kulitnya putih, bodinya padat merayap, rambutnya hitam panjang tergerai, giginya putih berderet rapi (Maaf jika deskripsi ttg si mbak ini tidak relevan dgn tema kita kali ini. Habis, saya nggak tahan utk tdk menuliskannya di sini).

“Di hape flexi, istri saya kemaren dpt SMS, katanya belanja di Carrefour dapat pulsa Rp50 ribu, syarat dan ketentuan berlaku. Maksudnya apa tuh?” tanyaku.

“Oh, itu. Itu tuh ya termasuk dalam promo kami ini Pak. Seperti Bapak lihat di kartu ini, Bapak berhak mendapatkan top up voucher Flexi Trendy jika telah mengumpulkan 15 buah stiker sebelum 14 Desember”.

“Hah, 15 stiker! Berarti saya mesti belanja 3 juta dulu dong, baru dapat voucher 50 ribu?”

“Iya, Bapak (kalau bahasa gaul sekarang: yoi, Coy!)”, jawab si Mbak sambil tersenyum. Aih, cantiknyaaa...

Wedew, kere tenan! Come on, Carrefour, nggak ada promo yang lebih konyol apa?!

Niat mau ngasih hadiah nggak sih? Kalau nggak niat mbok ya sudah, nggak usah saja sekalian. Wong nggak pakai hadiah-hadiah begitu kami juga tetap belanja bulanan di Carrefour kok. Promo ngasih hadiah sak uprit, pulsa 50 ribu, setelah kita belanja minimal 3 juta dalam 25 hari itu kok buatku seperti mengatakan: “Kami akan kasih gratis 1 mangkok mie ayam kepada Anda jika dalam seminggu Anda membeli 60 mangkok mie ayam kami”.

Nggak mau rugi banget nih, Carrefour. Hadiah yang diberikan itu nggak benar-benar tulus dipersembahkan sebagai wujud terima kasih karena setelah 12 tahun Carrefour ada di sini, supermarket waralaba asal Perancis itu makin eksis berkat para pelanggan mereka. Bagiku, promo itu tak lebih dari cara mereka jualan nyari untung sebanyak-banyaknya dengan menipu orang pakai promo gimmick berkedok perayaan ulang tahun.

Tapi, apa cuma Carrefour yang nyari untung dengan nipu orang begini? Enggak. Kalau tidak percaya, lihatlah tawaran diskon-diskon di Matahari, Ramayana, atau supermarket lain. Tertulis gede-gede, mencolok, di tempat-tempat strategis: Dapatkan diskon up to 70%!

Istilahnya memang “up to” begitu, bukan “sampai dengan”, biar lebih keren pakai bahasa Inggris dan pembeli nggak nyadar bahwa 70% itu angka maksimal. Dari 10.000 item barang, yang didiskon 70% itu ya cuma 10 item, yang penting kan nggak nipu wong nyatanya memang ada kok yang didiskon sampai segitu.

Terus ada lagi, IM2 Broom Unlimited. Sekali lagi, pakai bahasa Inggris biar keren. Dengan 100 ribu perbulan, Anda bisa pakai sambungan internet up to 256 Kb/detik. Setelah pemakaian 2 Gb, Anda masih bisa pakai sampai kemeng meski kecepatannya kami kurangi up to 64 Kb/detik. Sekali lagi, istilahnya memang “up to” bukan “paling mentok”, biar pengguna nggak nyadar kalau sedang diapusi.

Kalau kemudian pas Anda make, kecepatannya lelet mampus, cuma 1 Kb/detik atau malah 0 Kb/detik, bukan salah kami lo, wong sudah kami bilangin kecepatannya up to 256 Kb/detik. Anda tau kan arti "up to"? Arinya tuh ya "paling mentok". Maksimal segitu, 256 Kb/detik itu. Minimalnya? Wallahu’alam, Bos.

Dan, kalau diperhatikan lebih jauh, nggak yang supermarket, nggak yang provider internet di negeri tercinta ini, kebanyakan memang berlomba-lomba nyari istilah-istilah kreatif buat membodohi orang. Di bawah ini adalah sedikit dari sekian banyak istilah favorit dari orang nyari untung gede dengan cara tipu-menipu customer itu.

1. ..., selama persediaan masih ada (*ternyata yang namanya “persediaan” itu ya cuma lima biji, yang nggak sampai dua jam juga sudah wassalam*)


2. ... untuk 50 pembeli pertama (*kita tdk pernah tahu dan mereka tdk pernah ngasih tau, kita itu pembeli ke berapa. Kata mereka, pokoknya kita adalah pembeli ke limapuluh sekian*)

3. syarat dan ketentuan berlaku (*syaratnya ya itu tadi, hadiah seharga 5.000 perak ini bisa Anda dapatkan setelah Anda belanja 5 miliar ke kami*)

Kepada mereka, mudah-mudahan segera dibukakan pintu taubat. Amin.


4 komentar:

wulan mengatakan...

mangkane mass..saya sudah bertekad meninggalkan carrefour mas... cari yang lain aja, nek hypermart lebih lumayan bos, belanja 100 rb dapet 2 stiker, dan stikernya diganti dengan perabot rumah tangga yang lumayan, tapi yaa tetap, saya beralih saja ke pasar tradisional... hihihi..

Oyah, aku beli stroller bayi, di ITC harganya 950rb, ehh di carrefour untuk jenis yang sama, harganya 2 juta lebiihhh... :( uedannn tenan tho masss :D

Heriyadi mengatakan...

la masalahe carrefour itu je wul, yang letaknya dekat dgn rumah. jadi ada unsur proksimitas yang bermain di sana. daripada indomaret, lebih mahal.

tapi, saranmu utk cari alternatif tempat belanja sptnya layak dipertimbangkan.

marvic mengatakan...

Emang begitu masbro, carrefour emang rajin membodohi rakyat indonesia atau bahasa kerennya menjajah wkwkwkwk. Ane punya cerita tentang carrefour yang bener2 keterlaluan banget.
http://www.mitra-kerja.com/showthread.php/4591-Teliti-dan-Hati-Hati-Jebakan-Promo-Diskon-Carrefour-di-Bali

Heri Sagiman mengatakan...

Hahahah...saya tahu, yg namanya orang dagang ya memang harus nyari untung. Tapi cara mereka itu lo, yang pakai pura-pura kasih hadiah karena sdg ulang tahun. Sungguh kebangetan.