1. FACEBOOK. Dari total 571,9 juta pemilik akun thn 2010 di dunia, Indonesia adalah juara kedua setelah AS, dengan 31,8 juta Facebooker.
2. TWITTER. Indonesia adalah pengguna Twitter terbesar ke-3 setelah AS dan Jepang. Bahkan, dalam soal penetrasi, populasi pengguna internet Indonesia menempati ranking pertama di Twitter. Proporsi pengunjung Twitter asal Indonesia memiliki pangsa 20,8 persen.
3. BLACKBERRY. Tahun 2009, Indonesia adalah juara dunia dalam hal pertumbuhan pengguna Blackberry.
Ada satu kata kunci yang sama-sama dimiliki oleh ketiga fakta di atas, yakni "pengguna". Celakanya, jika fakta-fakta ini dirilis Majalah Time atau Newsweek, reaksi kebanyakan kita adalah biasa saja atau malah bangga. Nggak ada sedikitpun rasa malu, boro-boro miris.Setelah lebih dari 65 tahun menyatakan diri merdeka, level kita ternyata masih belum juga beranjak dari bangsa yang hanya bisa menggunakan. Belum bisa menjadi bangsa pembuat apalagi penemu. Negara kita, dengan jumlah penduduk 230 juta, adalah pasar yang teramat menggiurkan bagi produsen laptop, hape, motor, mobil, televisi, susu formula, BH yang katanya ada sinar infra merahnya yang bisa bikin buah dada kendor jadi kenceng, celana dalam wanita yg dibilang mengandung magnet yg bisa bikin vagina keputihan bau ikan asin menjadi harum semerbak mewangi, bahkan pakaian bekas.
Saya menduga, dimasukkannya Indonesia sebagai negara anggota G-20, bukan karena kita adalah negara yang kuat secara ekonomi, melainkan karena kita adalah pasar raksasa yang teramat mudah dipenetrasi. Di negeri tempat banyak perguruan tinggi gedungnya berdiri megah dengan AC di setiap ruangannya (tapi mutunya bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan universitas mirip kandang ayam di India) ini, negeri yang orang-orangnya lebih dinilai dari isi kantongnya daripada isi hati dan kepalanya ini, sepertinya apa saja laku dijual. Cara menjualnyapun mudah. Rekrut bule untuk jadi bintang iklan, bayar artis terkenal utk memberi testimoni, dan jangan lupa gunakan bahasa Inggris meski pasar yang dibidik jelas orang-orang pribumi yang nilai TOEFLnya nggak jauh-jauh dari 400. Pasti laku!
Padahal, kalau kita bisa memproduksi apa-apa sendiri, tidak usahlah kita mikirin ekspor, pasar dalam negeri juga sudah sedemikian dahsyatnya. Andai Anda adalah produsen sepeda motor, dan seluruh keluarga Indonesia membeli motor buatan Anda, percayalah, Anda sudah akan jadi lima besar manusia paling kaya di dunia. Sayang, kita hanya bisa menjadi bangsa pengguna yang bangga memakai barang bikinan orang lain. Kampanye cinta produk Indonesia hanya slogan tak bermakna, yang bahkan dimentahkan sendiri oleh kepala negara.
Lalu, apa yang bisa kita simpulkan dari data lain berikut ini?
Pada thn 2010, pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 57,8 juta, dan sekitar 52,4% koneksi internet dilakukan dari kantor.
Sudah lama kita sebetulnya dikenal sebagai bangsa pekerja keras. Di Bappenas, dan saya kira di instansi lain baik yang milik negara maupun swasta, adalah hal biasa kita berangkat pagi buta dan pulang ketika langit telah gelap gulita. Libur tahunan paling lama adalah ketika Lebaran plus cuti bersama yang lima hari itu. Tapi, benarkah jam kerja yang panjang itu kita gunakan untuk benar-benar bekerja? Percayalah, jika jawaban Anda adalah ya, Anda pastilah orang yang sangat luar biasa.
Di negara-negara maju, jam kerja lebih singkat. Jam 8 pagi masuk kantor, jam 4 sore pulang. Jam 9 malam, tidur. Libur tahunan mereka jauh lebih lama dari kita. Ada libur Paskah seminggu, ada libur Natal & Tahun Baru seminggu, dan liburan musim panas yang bisa sebulan. Tapi, antara jam 8 pagi hingga jam 4 sore itu, minus istirahat makan siang sejam tentu saja, mereka benar-benar bekerja jangan harap bisa chatting YM dan ngobrol nggak penting.
Jadi, Ibu dan Bapak sekalian. Kuncinya adalah produktivitas. Bekerja cerdas, tidak cukup hanya bekerja keras.
Tenang, saya tidak sedang menuding Anda sambil berlagak tak berdosa karena yang saya maksud dengan “kita” di sini adalah juga termasuk saya. Buktinya, tulisan nggak jelas ini toh saya buat pada jam kerja, dan saya unggah di blog ini menggunakan internet gratisan fasilitas negara pula.
